Translate

Kartini Masa Kini



Assalamu 'alaikuum. Hai teman-teman semua, apa kabar? Semoga teman-teman semua selalu sehat wal afiat. Aamiin. 

Gak terasa ya udah tanggal 20 aja. Saatnya trigger post untuk teman-teman Be Molulo.  Dan yang berkesempatan untuk menjadi trigger bulan ini adalah diriku. Ciee...
Mumpung besok tanggal 21 April yang setiap tahunnya kita peringati sebagai hari Kartini, maka tulisan kali ini bertema Kartini.

Mari kita mulai dengan;

Sejarah Habis Gelap Terbitlah Terang

Buku Habis Gelap Terbitlah Terang adalah kumpulan surat R. A. Kartini yang pernah dikirimkan kepada teman-temannya di Eropa yang dibukukan oleh J. H. Abendanon dengan judul "Door Duisternis Tot Licht". Arti harfiahnya adalah dari "kegelapan menuju cahaya".


Sumber gambar : Terakota


Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada tahun 1911. Kemudian pada tahun 1922, Armin Pane menerjemahkan buku tersebut ke dalam bahasa Indonesia.

Apakah yang diharapkan oleh seorang Kartini?

Banyak hal yang diharapkan oleh Kartini. Kartini mengharapkan kebebasan Bangsa Indonesia, Kebebasan kaum perempuan untuk memperoleh pendidikan baik itu menyangkut ilmu pengetahuan maupun agama, dan lain-lain.

Tapi, di sini saya tidak akan membahas terlalu jauh terkait kebebasan yang di maksud oleh Kartini tersebut. Saya hanya akan membahas kebebasan terkait kaum perempuan saja.

Pada jaman Kartini, kaum perempuan tidak diberi kebebasan untuk memperoleh pendidikan. Kartini memperoleh pendidikan hanya karena beliau adalah keturunan bangsawan. Hukum dan pendidikan hanya milik laki-laki belaka. Kaum perempuan dianggap kaum lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa dalam dunia pemerintahan, bisnis, dan sebagainya sehingga mereka tidak diizinkan untuk memperoleh pendidian. Kaum wanita dianggap hanyalah  penghuni dapur. Bahkan bisa dikatakan mereka tidak memiliki hak untuk berpendapat.

Seperti yang tertulis pada salah satu surat Kartini berikut;

Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi Ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.
(Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya; 4 Oktober 1902).

Pada isi surat Kartini tersebut jelas terlihat bagaimana Kartini memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan tanpa mengurangi kodratnya sebagai wanita. Pendidikan adalah satu-satunya cara agar wanita tidak terkungkung. Agar wanita lebih maju dari sebelumnya.

Bayangkan jika saat itu tidak ada Kartini dan kegigihannya, maka saat ini mungkin kita para wanita hanya akan terkurung dalam rumah. Tidak boleh belajar. Tidak boleh bersekolah. Tidak boleh bekerja di luar rumah. Tidak boleh berpolitik. Hanya tinggal dalam rumah, mendidik anak lelaki kita agar pintar sedangkan kita sendiri (baca: Ibunya) tidak berpendidikan. Maka apa yang akan terjadi? Kita tidak akan pernah mandiri. Kita akan terkunci dari dunia luar.

Kartini mengharapkan kaum perempuan memperoleh pendidikan bukan berarti menyaingi kaum lelaki.
Setiap wanita adalah calon Ibu, guru bagi anak-anaknya. 
Bukankah untuk menjadi guru yang cerdas bagi anak-anaknya wanita harus memperoleh pendidikan agar wawasan semakin luas dan pola pikir semakin berkembang?

Kartini Masa Kini

Dengan adanya Kartini dan bukunya yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang, maka kaum wanita akhirnya memperoleh haknya untuk bersekolah.

Kartini masa kini sangat beragam, ada yang sukses berkarir di kantor, ada juga yang sukses berkarir di rumah tangga. Sukses di jalan masing-masing tapi tetap tidak kehilangan pijarnya sebagai wanita. Semua jenis pekerjaan, mulai dari pekerjaan yang ringan sampai yang berat yang dulu hanya dilakukan oleh kaum pria, sekarang juga dilakukan oleh kaum wanita. Ini membandingkan bagaimana Kartini pada jamannya dan hasil dari perjuangannya saat ini.

Kita semua para wanita adalah Kartini. Kita adalah wanita hebat, tangguh, dan mandiri. Dalam hal ini jangan disalahartikan yaa teman-teman. Bukan berarti karena kita hebat kemudian kita menjadi egois dan merasa tidak membutuhkan lelaki. Kita tetap membutuhkan dukungan lelaki. Begitupun sebaliknya. Jadi kita berdiri berdampingan bersama kaum lelaki, bukan sebagai saingan melainkan sebagai partner baik dalam dunia  pendidikan, pekerjaan maupun rumah tangga karena sesungguhnya emansipasi adalah persamaan hak bagi kaum wanita dan lelaki tanpa menyalahi kodratnya sebagai wanita yang sesungguhnya.

Selamat Hari Kartini untuk semua wanita Indonesia.

Mungkin sampai di sini dulu tulisan  saya ini. Oh ya, tulisan ini juga masih banyak kekurangan. Mohon beri masukan di kolom komentar yaa pemirsah yang budiman.




14 komentar:

  1. Berat triggernya buat aku... Hiks...
    Saya coba nanti nah say...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dirimu sdh lama jadi blogger say. Tulisan2mu pun bagus semua say

      Hapus
  2. Setuju, kita walaupun mandiri tetap butuh laki-laki. 😊

    BalasHapus
  3. Ibu Kartini ini emang tangguh, bersyukur dulu ada Ibu Kartini yang mau memperjuangkan kaumnya, kaum wanita :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti dirimu say, wanita super tanggun 😍

      Hapus
  4. Ibu kartini selalu menginspirasi dan seperti kak rumi bilang,kita semua adalah kartini krn kt wanita yg tangguh 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya teringat tulisanmu dlm trigger bulan ke 2 soal penghasilan tambahan. Disitu terlihat jelas gimana tangguhnya dirimu say.

      Hapus
  5. Selamat hari kartini..
    Harus bisa ditiru untuk wanita saat ini ya, Teh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Insyaa Allah. Makasih yaa dah mampir.

      Hapus
  6. Ibu kartini adalah inspirasi bagi para wanita Indonesia. Bukan hanya soal kesetaraan gender tapi lebih pada bagaimana dia menyampaikan ide dan pemikirannya lewat tulisan-tulisan yang luar biasa. Dia adalah blogger pada masanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita bisa menjadi Wanita inspiratif seperti beliau.

      Hapus
  7. Kartini jaman now harua Semangat belajar dan mengajar ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Indri. Usia bukan halangan utk terus maju dan berkembang, harus selalu semangat.

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon tinggalkan komentar setelah membaca ya teman-teman.
Harap nama jelas. No Anynomous, please ^,^

Sebuah kisah akan lebih indah jika dituang ke dalam tulisan

Sedikit Cerita tentang Namaku

Metamorfosis Aku saat usia 8 bulan, baru bisa merangkak. Suka senyum sama siapa saja, senang sama semua orang, tidak nangis meski d...

Aku dan Kisahku